Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Monday, December 27, 2021

Dzun Nuun

Mo cerita dikit, kenapa ya sering banget overthinking. Padahal jujur disini kerjaannya nggak ada pressure pressurenya sama sekali (dibanding dulu).

Tapi pas lagi iri banget sama temen yang karirnya lagi bling bling disco. Eh muncul ni video lapak pedagang di Pasar Kroya yang kemarin kebakaran ngga gosong sama sekali. Padahal kanan kiri udah abis, atap apalagi jangan ditanya.

Usut punya usut ternyata pedagangnya selalu sedekah. Hayoo selama ini 2.5 % dikemanain ?
Semakin tinggi gaji, semakin banyak hak orang yang ada di kamu.

Yok doa Nabi Yunus waktu di dalem perut paus aja.
Dzun nuun

Subhanaka inni kuntu minazzalimin.
Memang aku ini orang yang suka berbuat salah.

Sunday, December 26, 2021

Logic Paling Rasional, Rasional Paling Logic

 "Dulu gua juga sering mikir buat bunuh diri. Tapi kalau dipikir-pikir lagi ngapain. Udah susah di dunia, masa susah juga di dunia selanjutnya"

-Mba anonymous


Bonusss : Mirip aku gak sih ini wkwkwk. Espcly the mole. 

Jangan lupa nonton aot final tanggal 9 nanti.

By dominician4


Thursday, October 31, 2019

Focus, Keep on Fire🔥

Bina nusantara
Soon, i'll be missin u

Thursday, July 18, 2019

Who Could Hear You a Thousand Words, and Still Not Understand You

its kinda weird when you can just vent to some random stranger on the internet when you couldn't even talk about your days with your closest friends but then again those strangers have become your most reliable support system so no complaining i guess.

and whats even more weird is how those strangers seem to connect with you in the most intimate way. they understand you perfectly because they've been in the exact same situation you are in. and they give the best advices cause they already knew what worked and what didn't.


and those strangers came from the same upbringing as yourself. they faced the same hardships as yourself. the same kind of person as you, only with different skins. in a sense, they ARE you.


but you can never meet those strangers: you can never see them in person. had you passed one of them in a crowd wouldn't recognize them. those strangers will only surface under the guise of anonymity.


-a faringga d-

Sunday, July 7, 2019

Everything in Between


Apa yang paling dekat dengan kita ?
Kematian
Apa yang paling jauh dari kita ?
Masa lalu
Apa yang paling tajam di dunia ?
Lidah manusia
"imam ghazali"

Saturday, June 29, 2019

I don't Understand

"Lis, Ardi lagi koma. Dia abis kecelakaan tadi"

Malam itu Sofi menghubungiku sambil menangis.

Bahkan, hingga saat ini. Sofi sering menelfonku ketika malam hari.
"Ardi ingkar janji Lis."
"Padahal aku tahun depan nikah sama Ardi"

Sofi sekarang sedang berada di kampung halamannya. Ia sedang menata diri dan hidupnya kembali. Aku tidak pernah bisa untuk menyuruh Sofi sabar, kuat atau ikhlas. Karena kalau aku jadi Sofi aku tak akan sanggup.

Aku melihat sendiri perjalanan 6 tahun mereka. Di kampusku, siapa yang tidak mengerti sejoli ini.

Memang orang yang paling dekat dengan Sofi adalah aku. Ketika aku sudah mulai lupa dengan Sofi dan Ardi. Masih ada saja yang mengkonfirmasi kabar Ardi padaku.

Ardi adalah salah satu korban kecelakaan karena kecerobohan manusia yang membuatku geram hingga saat ini.

Suatu malam, Ardi melakukan perjalanan pulang dari suatu kota. Hanya karena kecerobohan penumpang mobil yang buka pintu dari kanan, Ardi terpental. Sesungguhnya, dia masih selamat waktu itu. Namun karena dia terpental di arah jalan yang sebaliknya, dia terlindas dan akhirnya koma.

Orang-orang sekitar yang menyelamatkan Ardi mencari handphonenya dan kemudian memberi berita pada orang terakhir yang dihubungi. Yaitu kekasihnya, Sofi.

Aku masih ingat ketika Sofi mengurus semuanya. Administrasi rumah sakit Ardi, memberi kabar pada keluarga Ardi dan masih banyak lainnya. Ia sedih, tapi masih memiliki harapan dengan Ardi.

Ayah dan ibu Ardi datang keesokan harinya. Mereka terlihat sayang sekali pada Sofi.
Hingga keesokan hari, Ardi benar-benar meninggalkan dunia fana ini.

"Sofi, Ayah dan Ibu Ardi sudah ikhlas. Kamu yang sabar ya."

Aku tidak mengerti apakah orang tua Ardi memang sudah ikhlas atau "hanya" tidak ingin melihat Sofi semakin kacau. Yang kutahu semua itu memang sulit.

Sofi belum kembali ke perantauan hingga saat ini. Kalau diingat-ingat kembali, alasan Ia mencari kerja disini memang karena mengikuti Ardi.

Ya.. Takdir Tuhan tidak ada yang mengetahui. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa.

Semoga cepat sembuh Sofi💕

Powered by Blogger.
 

Blog Template by jun

Copyrights © 2011