Saturday, October 27, 2018

I want you to eat me up

mv please

Sunday, October 21, 2018

Berita Kehilangan





Beberapa orang memaafkan
Beberapa yang lain yang membawa

Berita kehilangan melalui

Perbuatan, perkataan menyakitkan

Beberapa orang memaafkan

Beberapa yang lain yang membawa
Berita kehilangan melalui
Perbuatan, perkataan menyakitkan



You guys are so worth to watch!


Wednesday, October 17, 2018

I think We're Doomed, and there is No Way Back

bmth doomed

Come shove me over the edge,
Cause my head is in overdrive

Monday, October 15, 2018

Biennale

Siapa disini yang nggak suka nonton film ?

Menurutku setiap manusia punya kebutuhan untuk mengaspresiasi maupun diapresiasi oleh orang lain.
Sesuatu yang diapresisasi itu bisa berupa audio, visual maupun kinestetik.

Ini ada beberapa film yang aku tonton di festival film dan membuatku semakin percaya sama kata-kata orang film.
"Sebuah film mencerminkan lingkungan, budaya dan masyarakatnya"

1. Turah

Sangat sangat sukaaa sama film ini. Menceritakan kehidupan sebuah desa terpencil *di tengah kota tapi gimana ya* di Tegal yang bahasanya sangat saya mengerti jadi enjoy nontonnya. Walaupun judulnya merupakan nama pelaku utama, tapi film ini menceritakan seluruh warga di kampung Tirang.

Setelah nonton ini ternyata ada talk show session cast sama produsernyaa.
Ada Turah dan Jadag yeyy daaaan ternyata mereka ngga medok sama sekali.
Mereka orang Tegal asli dan itu yang bikin filmnya makin <3.

cast dan producer Turah
"Siapa disini yang sebel sama saya ?" - Slamet Ambari

cast dan producer Turah


100persen manusia



2. Sekala Niskala (The Seen and Unseen)

Pas tau film ini udah nongkrong di 21 awalnya ragu, nonton nggak ya. Takut ngga bisa mengapresiasi dengan baik dan benar. Terus nggak lama udah ilang di bioskop.
*yaa ini yang bikin film Indonesia malah gak dihargai di negara sendiri kan*

Banyak orang yang bilang bahwa Film ini bukanlah film yang bisa dinikmati semua orang.
Berharap ada talkshow session yang membantu mengapresiasi, ternyata ada di 100persen manusia.
Cuss pergi untuk tahu, aku termasuk orang yang mana yaa.

Film ini berbahasa bali dan aku ngga heran kalau banyak yang bingung karena dari awal sampai akhir menceritakan budaya Bali.
Pas film udah nyampe ending pun, masih bingung.
Lah kok ?
Terus gimana ?

Produser Sekala Niskala


Datanglah si produser, dari sesi tanya jawab kita diajak flashback ke scene-scene film tadi dan aku cuma bisa bilang "Ooooh" "Eh iya yang ini" dll.
Aduuh ternyata bagus banget lah film ini kalo dihayati dan diresapi.
Tentang duality connection antara the seen (sekala/hidup) dan the unseen(niskala)



3. Eternal Summer (Odödliga)

Ini film Swedia, Romance ala ala gitu film santay lah pokoknya.
Nonton waktu ada festival film Eropa. Dari sekiaan banyak judul dan bingung, akhirnya milih ini karena .. Tove Lo yang ngisi jadi soundtracknya hehehe. Baru tau juga kalo Tove Lo emang orang Swedia.

europe on screen


Swedia terkenal menjunjung tinggi kebebasan dan kesejahteraan rakyatnya kan. Disini kamu bisa lihat seperti apa dunia swedia, orangnya, alamnya.


*post ini dibuat karena saya kelewatan nonton festival film kedutaan jerman huhuu*
Sampai bertemu kembali

Sunday, October 7, 2018

Every besties did

Knowing full episodes of all my seasons♥️

Slipi night

Powered by Blogger.
 

Blog Template by jun

Copyrights © 2011